April 2004


Pernahkah Anda mendengar tentang TrackBack?TrackBack adalah sebuah metoda notifikasi antar website yang berguna untuk memberitahu orang lain tentang sesuatu (biasanya posting) yang mungkin menarik bagi orang tersebut. Menarik bagaimana? Misalnya begini, Sridewa menulis tentang "Desain, apa dan mengapa?" kemudian saya menulis tentang "Desain dan Standar". Dalam posting saya itu saya menyebut-nyebut (mungkin saja sekedar mengomentari, mencuplik, memuji, atau bahkan menyanggah, dan -maaf- menghina) tentang Sridewa dan postingnya. Maka, adalah wajar bila saya perlu memberitahu Sridewa mengenai posting baru saya ini. Di sini lah TrackBack berperan. Jadi daripada mengomentari di website milik Sridewa ( kepanjangan nanti komentarnya, dan web saya jadi terlihat semakin jarang diupdate ;p ) saya memilih untuk membuat posting sendiri mengenai hal yang ingin saya ungkapkan itu.

TrackBack dapat dijumpai di berbagai blogtool. Beberapa tempat di mana Anda dapat berjumpa dengan fasilitas TrackBack antara lain Movable Type, Bloxsom, Blojsom, Nucleus, dan B2. Saya menemukan juga satu form TrackBack dari Wizbang andaikata blogtool Anda belum mengimplementasikan TrackBack.

Mengenai logika dari TrackBack, TrackBack dilakukan dengan metoda POST. Variabel yang dikirim adalah ‘url’, ‘title’, ‘excerpt’, dan ‘blog_name’. Biasanya URL penerima TrackBack memiliki identitas dari post yang akan di TrackBack. Misalnya, pada contoh URL berikut: http://nick.kunang.com/wp-trackback.php/14, id dari post yang di TrackBack adalah 14. Penerima TrackBack kemudian memasukkannya sebagai sebuah TrackBack Entry (atau pada WordPress, sebagai komentar khusus). Lebih suka bacaan berbahasa inggris yang lebih lengkap? Coba baca TrackBack Explanation dari Mena dan Ben Trott. Spesifikasi resminya juga ada. Manual juga tersedia. Have a nice day! YMMV!

Sridewa mengatakan kepada saya bahwa

menulis kode XHTML saja.. sudah merupakan desain.

Saya sangat setuju dengan hal tersebut. Desain memiliki pengertian yang sangat luas. Lalu desainer web? Sepertinya mereka memiliki tanggungjawab yang begitu berat. Selain diharapkan untuk menguasai teknologi web, mereka juga diharapkan memahami desain grafis, belum lagi skripting sisi-klien yang sederhana.

Saya menyimpulkan bahwa proses desain adalah:

  • Proses yang bertujuan menyelesaikan suatu masalah yang timbul dengan berbagai batasan-batasan(constraints) tertentu.

Jadi ada 2 komponen penting, yaitu Tujuan & Batasan-batasan.

Lagi lagi mengutip Sridewa, dalam membuat web, ada batasan-batasan yang perlu diperhatikan. Semantik, HTML, XHTML, dan Struktur, Standar-standar Web, seringkali dilupakan orang. Mengetikkan <blockquote><p>Kutipan sebuah paragraf..</p></blockquote> dengan salah pun menjadi penyakit banyak orang.

Intinya, desain web bukan hanya grafis, dan desain grafis belum tentu sesuai standar. Kembali ke hati dan pikiran masing-masing, mau membuat desain (menyelesaikan suatu masalah yang timbul dengan berbagai batasan) atau "alakadarnya", terserah Anda.