Standard


Mungkin hal semacam ini tidak terdengar asing di telinga Anda. Yaitu bahwa IE tidak sesuai dengan standar web yang ditetapkan oleh W3C. Salah satu yang cukup mengganggu saya adalah tidak benarnya dukungan IE terhadap elemen button, di mana IE tidak mengirimkan value dari sebuah button, namun justru mengirimkan content dari sebuah button. Silakan kunjungi halaman tes untuk elemen button yang saya buat di sini.

Entertainment Banner: There are plenty of people out there who want your job and they know XHTML. [image of a young man holding a box of personal belongings] XStandard. Clean code. Every time.Apakah Anda sering mengalami kebingungan mengenai bagaimana menulis kode XHTML yang valid? XStandard adalah editor XHTML WYSIWYG yang cukup menyenangkan untuk digunakan. XStandard menyediakan versi Lite yang gratis, dan untuk menjadi sesuai dengan standar, saya rasa itu cukup untuk sekedar membuat isi web yang sesuai dengan standar XHTML. Masih kurang puas? XStandard menyediakan versi Pro dan Web Service for XStandard yang memungkinkan Anda untuk mengedit halaman web Anda secara online, bahkan mengintegrasikannya dengan CMS milik Anda sendiri. Web Service nya tersedia untuk IIS/ASP, dan Linux/PHP.

Kebetulan saya menterjemahkan antarmuka XStandard ke bahasa Indonesia, jadi kalau Anda mencoba XStandard, dan mencoba antarmuka berbahasa Indonesia, dan ingin menegur saya, silahkan saja :)

Setelah beberapa hari ngobrol dengan Evan Goer via email, akhirnya dua situs buatanku, situs ini dan TotoBetty.Com, terdaftar di X-Philes. Intinya sebenarnya bukan terdaftar di sana atau tidak, bukan melampaui tes yang dideskripsikan di XHTML 100, atau apapun. Namun, ini menunjukkan bahwa XHTML tidak sulit (tepatnya, mengikuti standar itu tidak sulit). Ada banyak dan semakin banyak situs yang sesuai dengan standar. Bagaimana dengan situs Anda? Merasa bahwa situs Anda sesuai dengan standar? Anda bisa juga meminta kepada Evan untuk mencantumkan situs Anda di The X-Philes (untuk situs yang sesuai dengan standar XHTML.

Sridewa mengatakan kepada saya bahwa

menulis kode XHTML saja.. sudah merupakan desain.

Saya sangat setuju dengan hal tersebut. Desain memiliki pengertian yang sangat luas. Lalu desainer web? Sepertinya mereka memiliki tanggungjawab yang begitu berat. Selain diharapkan untuk menguasai teknologi web, mereka juga diharapkan memahami desain grafis, belum lagi skripting sisi-klien yang sederhana.

Saya menyimpulkan bahwa proses desain adalah:

  • Proses yang bertujuan menyelesaikan suatu masalah yang timbul dengan berbagai batasan-batasan(constraints) tertentu.

Jadi ada 2 komponen penting, yaitu Tujuan & Batasan-batasan.

Lagi lagi mengutip Sridewa, dalam membuat web, ada batasan-batasan yang perlu diperhatikan. Semantik, HTML, XHTML, dan Struktur, Standar-standar Web, seringkali dilupakan orang. Mengetikkan <blockquote><p>Kutipan sebuah paragraf..</p></blockquote> dengan salah pun menjadi penyakit banyak orang.

Intinya, desain web bukan hanya grafis, dan desain grafis belum tentu sesuai standar. Kembali ke hati dan pikiran masing-masing, mau membuat desain (menyelesaikan suatu masalah yang timbul dengan berbagai batasan) atau "alakadarnya", terserah Anda.

Betapa terkejutnya saya ketika saya mencoba untuk mencari blog ini di Google dengan beberapa macam keyword dan menemukan bahwa Google tidak mengenal XHTML.

Sebelumnya, ketika telur dari blog ini mulai retak dan kemudian menetaslah dia, saya mengirimkan text/html kepada semua yang tidak menerima application/xhtml+xml. Kemudian, timbullah pemikiran saya bahwa Googlebot seharusnya tidak terpengaruh dengan Content-Type, bukankah tugasnya hanya crawling saja? Lalu saya membuat agar halaman halaman blog ini dikirim sebagai XHTML bagi semua bot, namun ternyata hasilnya adalah

File Format: Unrecognized

Hiks.

Akibatnya, saya harus mengubah lagi agar bot mendapatkan text/html dan menunggu Google melakukan tariannya lagi (a.k.a. Googledance), hiks, another 4-8 weeks.

apa sih XHTML 1.1 itu? gimana cara pakenya? kenapa?
Yang resmi menurut W3C: http://www.w3.org/TR/xhtml11/
Quick Reference dari David Chau: http://www.mit.edu/~ddcc/xhtmlref/
sebuah jawaban untuk "kenapa?" dari Belus Technology: http://www.xstandard.com/page.asp?p=1D3B3F43-3EE5-42CB-98BA-C4CF087FA672
web yang menurutku bagus dan menggunakan XHTML 1.1 (malah ditambah MathML2): http://golem.ph.utexas.edu/~distler/blog/index.shtml
yang marah-marah gara-gara XHTML2 (draft) dan sempat balik ke HTML4.01: http://diveintomark.org/archives/2003/01/13/semantic_obsolescence
moga bisa nambah pengetahuan buat semua.

Baru saja saya sempat mengunjungi w3.org setelah sekian lama. Saya bermaksud melihat-lihat perkembangan apa saja yang mungkin belum sempat saya pelajari. Ketika melihat di bagian XHTML, awalnya saya pikir XHTML 1.1 tidak terlalu beda dengan para pendahulunya (XHTML 1.0 dan HTML 4.01). Yang mengejutkan saya adalah elemen font ternyata tidak ada di XHTML 1.1, bahkan penggunaan tag style tidak dianjurkan. Bila HTML dan XHTML 1.0 mendukung pemisahan isi (content) dan penampilan visual dengan CSS, XHTML 1.1 memaksakan hal ini. Setelah sempat kaget, saya justru merasa bersemangat lagi, dan modifikasi dari WordPress (agar dapat sesuai dengan XHTML 1.1) inilah salah satu hasil keterkejutan saya. (more…)